Tau gak, Hanif rindu sm siapa??
Yaa..... Hanif rindu sm kknya yg lagi merantau di Jakarta..
Mungkin karena rindu berat, setiap ingin menghentikan aktivitasnya, mk yang terucap dari mulut mungilnya adalah "datangpi lg kk oa deh".
Misalnya: pada saat mewarnai bukunya. Ketika bosan, maka ia akan menghentikannya dan mengucapkan kata yg di atas.
Kejadian lain, ketika kakinya sakit krn terjatuh, dgn bahasa kerennya org2 di makassar, ia bilang "klo datangmi kk oa, tidak sakitmi lg ini kaki-ku"
Waktu demam pun, ummi sempat bertanya padanya "Demamki' Hanif di'?!" Hanif menjawab "Klo datangmi kk oa, tdk sakitma'"
Sy (kknya hanif), ketika mendengar sendiri kata-kata itu di sebagian kejadian) berpikir "apa hubungannya?"
Yah.... namanya sj rindu berat.
Kenapa bisa rindu ya?
Menurutku, mungkin krn rindu dengan janji2nya kknya -klo ia berlibur, Hanif akan dibawakan mainan-.
Klo mau mainan, sebenarnya bisa saja dibeli di sini (Makassar). Tapi, mungkin Hanif maunya ya..... dr kknya..
Begitulah..
Buat yg dirindukan (klo baca), jgn kecewakan adik tercintamu (bawakan memangQ mainan kasian)
:)
Minggu, Februari 01, 2009
Sekarang Musim Apa??
Baru posting lagi, kok nanya musim??
Biarlah....
Kembali ke judul :)
Klo hanif ditanya, mungkin ia akan menjawab "Skrg musim sakit".
Di Makassar, teman-teman Hanif banyak yg sakit. Bahkan kknya Hanif yang SD pun skrg lg terbaring lemah (sakit) (doakan ya..)
Baru-baru ini, Hanif jg sempat sakit, tp Alhamdulillah sdh sembuh. Sakitnya biasa sj sih (demam), tp waktu itu cukup membuat repot jg, krn agak rewel. Cm diliat saja, atau senyum-senyum sedikit padanya, mk ia akan tersinggung hingga menangis. Aneh, tp yah wajarlah (kan lg sakit)... So, waktu itu, oleh ummi, semua penghuni rumah dilarang dekat-dekat, bercanda, apalagi sampai mengganggunya....
Walaupun Hanif sakit, ia masih sempat-sempatnya tuk melirik dan menanggapi buku-buku "Mewarnai"nya.. Mungkin krn gak betah tidur dlm kesakitan, shg mencari aktivitas lain dan melupakan yg namanya "Sakit".
Jika anak-anak skrg banyak yg sakit, memang wajar. Gimana tidak sakit klo hobinya berbasah-basah ria pada saat hujan. Apalagi Hanif. Tp Hanif gak separah anak-anak yg lain kok, yg berlama-lama hujan-hujanan di jalan. Justru krn hujan-hujanannya cm sebentar itulah yg sebenarnya membuat kita sakit. Kan klo hujan-hujanan sebentar, berarti yg basah cm sebagian tubuh kita sj, mk itulah yg membuat penyakit.
Bagaimana menghindari agar gak sakit klo hbs hujan2an??
Kata ibu dokter (tantenya Hanif), klo sdh kena air hujan, segera mandi... segera membasahi seluruh tubuh dgn air dan jangan berlama-lama dlm kebasahkuyupan.
Sekian dulu deh postingan kali ini.... ^_^
Biarlah....
Kembali ke judul :)
Klo hanif ditanya, mungkin ia akan menjawab "Skrg musim sakit".
Di Makassar, teman-teman Hanif banyak yg sakit. Bahkan kknya Hanif yang SD pun skrg lg terbaring lemah (sakit) (doakan ya..)
Baru-baru ini, Hanif jg sempat sakit, tp Alhamdulillah sdh sembuh. Sakitnya biasa sj sih (demam), tp waktu itu cukup membuat repot jg, krn agak rewel. Cm diliat saja, atau senyum-senyum sedikit padanya, mk ia akan tersinggung hingga menangis. Aneh, tp yah wajarlah (kan lg sakit)... So, waktu itu, oleh ummi, semua penghuni rumah dilarang dekat-dekat, bercanda, apalagi sampai mengganggunya....
Walaupun Hanif sakit, ia masih sempat-sempatnya tuk melirik dan menanggapi buku-buku "Mewarnai"nya.. Mungkin krn gak betah tidur dlm kesakitan, shg mencari aktivitas lain dan melupakan yg namanya "Sakit".
Jika anak-anak skrg banyak yg sakit, memang wajar. Gimana tidak sakit klo hobinya berbasah-basah ria pada saat hujan. Apalagi Hanif. Tp Hanif gak separah anak-anak yg lain kok, yg berlama-lama hujan-hujanan di jalan. Justru krn hujan-hujanannya cm sebentar itulah yg sebenarnya membuat kita sakit. Kan klo hujan-hujanan sebentar, berarti yg basah cm sebagian tubuh kita sj, mk itulah yg membuat penyakit.
Bagaimana menghindari agar gak sakit klo hbs hujan2an??
Kata ibu dokter (tantenya Hanif), klo sdh kena air hujan, segera mandi... segera membasahi seluruh tubuh dgn air dan jangan berlama-lama dlm kebasahkuyupan.
Sekian dulu deh postingan kali ini.... ^_^
Minggu, Januari 11, 2009
Dan Anak-Anak Palestina pun Terkapar

Anak-anak kecil dan bayi adalah hal yang membuat dunia menjadi begitu bersih dan udara menjadi sejuk untuk dihirup. Mereka memberi arti pada sosok ibu di rumah dan membuat langkah ayah menjadi tegap menuju tempat kerja. Tangisan, tawa, teriakan, dan celotehan mereka adalah anugerah yang tak ada bandingannya.
Dalam waktu sebelas hari, Israel dengan telengas sudah mengubah fitrah anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Anak-anak dan bayi kehilangan makna, dan dilanda ketakutan amat sangat—itu karena, satu persatu, dalam jangka waktu yang demikian cepat, mereka kehilangan ayah dan ibunya. Lebih memilukan lagi, mereka pun kehilangan nafasnya yang terakhir.
Dalam sejarah peperangan, Islam tak pernah menorehkan catatan jika ada orang tua, perempuan dan anak-anak tersakiti setiap kali tentara Islam maju ke pertempuran. Israel tak mengenal itu. Anak-anak Palestina tetap menjadi sasaran rudal dan peluru mereka…

Ia yang pergi adalah tabungan kelak di akhirat. Tapi Yahudi Israel adalah penjahat kakap di dunia yang tak punya hati dan rasa.
Sebelum kafan menutupimu, wajahmu adalah semangat bagi kami.
Luka di pelipisnya dan hidungnya yang robek akan hilang sakitnya. Tapi ingatan terhadap biadabnya Yahudi akan terus ada sepanjang masa.
Dalam usianya yang masih sangat belia, ia telah menyaksikan begitu banyak darah, luka, kematian dan kehilangan.

Bocah ini kehilangan sebelah muka dan satu telinganya.
Ia sendirian di antara gedung yang akan roboh, sementara dentuman bom menakutkannya. Tak ada ayah atau ibu…
Dengan apa kami ceritakan semua yang kini terjadi pada bumi Palestina? Satu yang pasti, ini semua karena Yahudi durjana.
Para bocah Gaza yang selamat mengiringi prosesi kematian seorang adik kecil temannya.

Di tengah dentuman bom, di antara mesiu dan roket, kami tetap tersenyum untuk tetap terus mengibarkan Palestina dan membela Islam. Kami tak akan pernah menyerah!
(wahdah-jakarta.com)
Sabtu, Januari 10, 2009
Mengambil Hikmah dari Tingkah Hanif
Tidak ada sesuatu yang terjadi di muka bumi ini tanpa ada hikmahnya. Hikmah itu bisa berupa teguran, peringatan maupun motivasi buat diri qt. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, kejadian-kejadian yang kita lihat maupun alami sendiri, itu semua adalah pelajaran yang sengaja Allah takdirkan untuk kita. Terkadang, peristiwa itu mungkin terlihat begitu sepele, namun, ketika qt memikirkan lebih mendalam, subhanallah, ada banyak hikmah yang tersembunyi, ada banyak pelajaran yang tersimpan dari sesuatu yang kita lihat.
Seperti yang terjadi pada suatu malam, saya (kakaknya Hanif) mengamati tingkah seorang anak kecil berusia 3 tahun sedang minum air putih karena kehausan. Setelah minum, ia bermaksud tuk melanjutkan kembali aktivitasnya. Namun, baru saja ia meletakkan gelasnya dan berjalan beberapa langkah, ia mengatakan sesuatu kemudian mengambil kembali gelas yang tadi disimpannya. Ia masih ingin minum.
“Barangkali masih haus” begitu pikirku.
Ya, kupikir ia masih haus, karena sebagian besar di antara kita, jika telah minum kemudian minum lagi, itu kita lakukan salah satunya karena masih haus. Namun, tidak demikian yang terjadi pada anak kecil ini. Ternyata… saya salah sangka. Dia mengulangi aktivitas minumnya karena ketika minum tadi ia lupa membaca basmalah sebelumnya (ini kuketahui dari perkataannya ketika mengambil kembali gelasnya).
Karena lupa membaca basmalah.
Mmm, suatu alasan yang cukup unik dan membuatku kagum melihat tingkahnya. Bagaimana tidak, baru kali ini saya melihat seorang anak yang mengulangi minumnya karena lupa baca doa.
Lalu... ia pun minum.
Dan kali ini ia tak lupa membaca basmalah dengan suara yang agak dibesarkan dan terdengar olehku. Kebiasaannya memang mengucapkan basmalah dengan suara yang agak besar, bahkan, ketika ia melihat seseorang yang langsung makan atau minum –walaupun basmalahnya dibaca dalam hati-, maka ia menganggap orang tersebut tidak ber“basmalah”.
Di kali ke-2 ini, ia masih melakukan 1 pelanggaran adab dalam minum, yaitu duduk. Ya, ia lupa duduk ketika minum. Saya menegurnya. Ia pun kembali mengulangi minumnya walaupun ia sudah tidak haus lagi. Namun ia rela mengulangi minumnya sampai cara dan adab yang ia lakukan sudah benar; baca basmalah, duduk dan minum dengan tangan kanan.
Subhanallah… saya takjub sendiri dengan ulahnya. Sekilas, memang tampak sederhana. Tapi, setelah kupikir-pikir, ternyata, dari peristiwa itu, masya Allah, terdapat pelajaran yang bisa diambil dan menjadi motivasi tersendiri buatku.
Diantaranya :
1) tidak ada kata “terlanjur” dalam melakukan suatu kesalahan.
2) Jika qt melakukan kesalahan, segeralah memperbaikinya. Jangan tunggu sampai kesalahan tersebut menjadi kebiasaan qt. Setidaknya, ketika qt melakukan suatu kesalahan/dosa, qt menebusnya dengan memperbanyak ibadah-ibadah. Manusia memang sumber kesalahan, namun sebaik-baik manusia yang berbuat kesalahan adalah yang segera bertaubat.
3) Jangan menyepelekan hal-hal yang kecil karena hal-hal yang besar itu awalnya dari hal yang kecil.
4) Berusahalah semampu qt untuk meneggakkan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Begitulah, dibalik peristiwa yang kecil dan sepele terkadang tersimpan segudang ilmu, jika qt mau berpikir. Allah memang punya cara tersendiri dalam menegur dan mengajar qt. Bisa jadi, Allah menegur kita secara langsung dengan mengalaminya sendiri, bisa pula lewat orang lain bahkan anak kecil sekalipun. Intinya, tidak ada segala sesuatu yang Allah takdirkan dan ciptakan tanpa manfaat, semuanya memiliki hikmah dan pelajaran yang banyak buat kita . Wallahu A’lam.
Seperti yang terjadi pada suatu malam, saya (kakaknya Hanif) mengamati tingkah seorang anak kecil berusia 3 tahun sedang minum air putih karena kehausan. Setelah minum, ia bermaksud tuk melanjutkan kembali aktivitasnya. Namun, baru saja ia meletakkan gelasnya dan berjalan beberapa langkah, ia mengatakan sesuatu kemudian mengambil kembali gelas yang tadi disimpannya. Ia masih ingin minum.
“Barangkali masih haus” begitu pikirku.
Ya, kupikir ia masih haus, karena sebagian besar di antara kita, jika telah minum kemudian minum lagi, itu kita lakukan salah satunya karena masih haus. Namun, tidak demikian yang terjadi pada anak kecil ini. Ternyata… saya salah sangka. Dia mengulangi aktivitas minumnya karena ketika minum tadi ia lupa membaca basmalah sebelumnya (ini kuketahui dari perkataannya ketika mengambil kembali gelasnya).
Karena lupa membaca basmalah.
Mmm, suatu alasan yang cukup unik dan membuatku kagum melihat tingkahnya. Bagaimana tidak, baru kali ini saya melihat seorang anak yang mengulangi minumnya karena lupa baca doa.
Lalu... ia pun minum.
Dan kali ini ia tak lupa membaca basmalah dengan suara yang agak dibesarkan dan terdengar olehku. Kebiasaannya memang mengucapkan basmalah dengan suara yang agak besar, bahkan, ketika ia melihat seseorang yang langsung makan atau minum –walaupun basmalahnya dibaca dalam hati-, maka ia menganggap orang tersebut tidak ber“basmalah”.
Di kali ke-2 ini, ia masih melakukan 1 pelanggaran adab dalam minum, yaitu duduk. Ya, ia lupa duduk ketika minum. Saya menegurnya. Ia pun kembali mengulangi minumnya walaupun ia sudah tidak haus lagi. Namun ia rela mengulangi minumnya sampai cara dan adab yang ia lakukan sudah benar; baca basmalah, duduk dan minum dengan tangan kanan.
Subhanallah… saya takjub sendiri dengan ulahnya. Sekilas, memang tampak sederhana. Tapi, setelah kupikir-pikir, ternyata, dari peristiwa itu, masya Allah, terdapat pelajaran yang bisa diambil dan menjadi motivasi tersendiri buatku.
Diantaranya :
1) tidak ada kata “terlanjur” dalam melakukan suatu kesalahan.
2) Jika qt melakukan kesalahan, segeralah memperbaikinya. Jangan tunggu sampai kesalahan tersebut menjadi kebiasaan qt. Setidaknya, ketika qt melakukan suatu kesalahan/dosa, qt menebusnya dengan memperbanyak ibadah-ibadah. Manusia memang sumber kesalahan, namun sebaik-baik manusia yang berbuat kesalahan adalah yang segera bertaubat.
3) Jangan menyepelekan hal-hal yang kecil karena hal-hal yang besar itu awalnya dari hal yang kecil.
4) Berusahalah semampu qt untuk meneggakkan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Begitulah, dibalik peristiwa yang kecil dan sepele terkadang tersimpan segudang ilmu, jika qt mau berpikir. Allah memang punya cara tersendiri dalam menegur dan mengajar qt. Bisa jadi, Allah menegur kita secara langsung dengan mengalaminya sendiri, bisa pula lewat orang lain bahkan anak kecil sekalipun. Intinya, tidak ada segala sesuatu yang Allah takdirkan dan ciptakan tanpa manfaat, semuanya memiliki hikmah dan pelajaran yang banyak buat kita . Wallahu A’lam.
Rabu, Desember 24, 2008
Hanif ke Sinjai
Teman-teman, skrg Hanif lagi di kampung -Sinjai-, ikut sama Aba, Ummi dan kakak2.
"Dalam rangka apa Nif?? Mau b'dakwah ya??"
Hehehe... Klo Hanif ya... diikutkan saja sm ummi, mau jalan2 dan silaturrahmi sm keluarga dan spupu2 Hanif.. Masa' Hanif ditinggal di rumah..
Hanif jg kan belum sekolah, jadi bebas kemana saja
Lagian, perjalanan ke kampung gak seru kalo' Hanif gak ada (he3x lg)
Berangkat dari Makassar Rabu 24/12, dan Insya Allah Jum'at besok pulang ke rumah
"Jd, klo Hanif pergi, yg jaga rumah siapa?"
Tenaaang..... kakak Hanif kan banyak. ;) Yg ikut sm Hanif 4, jadi yang tinggal di rumah ada 3 (jaga rumah dgn baik ya... insya Allah klo pulang Hanif bawa oleh2 buat kalian)
So, do'akan Hanif ya teman-teman, smg bisa kembali ke rumah dengan selamat.
"Dalam rangka apa Nif?? Mau b'dakwah ya??"
Hehehe... Klo Hanif ya... diikutkan saja sm ummi, mau jalan2 dan silaturrahmi sm keluarga dan spupu2 Hanif.. Masa' Hanif ditinggal di rumah..
Hanif jg kan belum sekolah, jadi bebas kemana saja
Lagian, perjalanan ke kampung gak seru kalo' Hanif gak ada (he3x lg)
Berangkat dari Makassar Rabu 24/12, dan Insya Allah Jum'at besok pulang ke rumah
"Jd, klo Hanif pergi, yg jaga rumah siapa?"
Tenaaang..... kakak Hanif kan banyak. ;) Yg ikut sm Hanif 4, jadi yang tinggal di rumah ada 3 (jaga rumah dgn baik ya... insya Allah klo pulang Hanif bawa oleh2 buat kalian)
So, do'akan Hanif ya teman-teman, smg bisa kembali ke rumah dengan selamat.
Sabtu, Desember 20, 2008
Bismillahirrohmanirrohiiim....
Alhamdulillah, Hanif juga sudah punya blog sendiri. Blog ini akan bercerita all about Hanif. Nantikan cerita dan kisah Hanif ya....
Langganan:
Postingan (Atom)